Wednesday, November 14, 2012

Pengertian dari Psikosomatis


       Apa Pengertian dari Psikosomatis??


       Psikosomatis pertama kali disebut oleh Flanders Dunbar pada awal tahun 1940-an. Secara etimologis,pada bahasa Yunani psikomatis berasal dari 2 kata "psyche" artinya kehidupan dan terjemahan bebasnya adalah jiwa atau pikiran,sedangkan "samato" artinya tubuh. Dengan demikian psikomatis adalah dimana kondisi pikiran mempengaruhi tubuh. Psikomatis biasanya disebabkan oleh pikiran negatif atau suatu masalah emosi. Masalah emosi itu meliputi rasa berdosa,merasa punya sakit, stress,depresi,kecewa,kecemasan,dll. Orang yang terkena psikomatis biasanya akan coba pergi ke dokter untuk memeriksa apakah sebenarnya dia sakit atau tidak. Menurut dokter dia tidak ada sakit,tapi menurut si penderita dia sakit. Psikomatis benar-benar nyata dialami,dan dirasakan oleh penderitanya. Namun hal ini berakar pada faktor psikologis bukan fisik atau organik.        



 A.Penyebab-Penyebab Psikosomatis


MOTIVASI yang dimaksud dengan motivasi adalah tujuan yang ingin dicapai dengan munculnya suatu penyakit atau simtom. Umumnya, orang menggunakan sakit yang dideritanya untuk mendapatkan perhatian dan simpati dari orangtua, suami, istri, lingkungannya, atau menghindar dari beban tanggung jawab tertentu.Walaupun hal ini terkesan kekanak-kanakkan namun inilah yang sering terjadi. Keputusan untuk menjadi sakit sering kali bukan keputusan secara sadar namun lebih karena pilihan yang dilakukan pikiran bawah sadar. Selain mendapatkan simpati atau perhatian bisa juga untuk  membalas perlakuan yang dirasa tidak adil, menghindar dari suatu kondisi atau situasi, atau sebagai upaya destruktif diri. Motif dibalik suatu simtom atau penyakit defensif dengan tujuan melindungi. Contohnya adalah sakit kepala migrain yang digunakan sebagai pertahanan melawan perasaan marah yang hebat dan agresi, emosi yang hampir pasti selalu ditemukan dalam klien yang mengalami migrain.


Memori Sakit yang di maksud memori sakit adalah memori yang tersimpan pada bagian  tubuh atau organ tertentu yang sebelumnya pernah mengalami sesuatu hingga sakit, telah diobati dan sudah sembuh, namun penderitanya tetap merasa sakit yang sama walaupun secara medis telah dinyatakan sembuh sepenuhnya.


Konfilik terjadi saat minimal ada 2 keinginan yang tidak sejalan. Konfilik terbagi 2,yaitu konflik eksternal dan konflik internal. Konflik eksternal terjadi ketika saat seseorang ingin membuat keputusan namun ia tidak bisa melakukannya dan saat seseorang telah membuat keputusan namun ia tidak bisa melaksanakan atau mewujudkannya. Konflik internal Konflik internal melibatkan minimal 2 Ego Personality yang mempunyai tujuan berbeda. Masing-masing Ego Personality bertahan dengan pendapat dan kenyakinan mereka bahwa yang mereka lakukan adalah demi kebaikan hidup klien. Contoh terjadinya konflik internal adalah saat kita baru bangun tidur. Saat itu biasanya ada 2 Ego Personality, yang satu ingin segera bangun, sedang yang satunya lagi ingin tetap tidur.


Imprint adalah Imprint adalah sebuah ide atau kepecayaan/belief yang ditanamkan ke pikiran  bawah sadar, biasanya oleh figur yang dipandang memiliki otoritas, dan selanjutnya  dijalankan persis sama. Ide yang masuk kepikiran bawah sadar dan menjadi imprint sering kali terjadi melalui kejadian atau pengalaman yang tampaknya sederhana atau biasa-biasa saja namun ternyata punya efek yang luar biasa. Contohnya,Seorang yang berusia 54 tahun, yang bila kehujanan, apalagi kalau sampai kepalanya basah oleh air hujan, akan langsung pusing dan pilek. Kondisi ini terjadi setiap kali ia kehujanan. Secara logika tidak mungkin hanya karena kepala basah ia sampai pusing dan pilek. Bukankah kalau mandi keramas kepala jg basah? Bahkan basahnya lebih menyeluruh dan lama tapi ia tidak sakit. Dari hasil penggalian, menemukan bahwa waktu kecil usia 4 tahun, ia sangat suka main hujan. Karena khawatir dan tidak mau repot, ibunya sering berkata, “jangan main hujan.Nanti kepalamu basah, bisa pusing dan pilek. Ayo cepat masuk ke dalam rumah”. Hal inilah yang membuat dia ketika dewasa akan pilek ketika terkena hujan. Karena semua informasi tersebut telah tersimpan di alam bawah sadarnya sehingga memerlukan terapi seperti hipnoterapi untuk mengubah persepsinya.


Mengukum diri sendiri (self-punisment) perilaku menghukum diri sediri, yang umumnya muncul dalam bentuk perilaku merusak yang sering kali tidak disadari, bila akar  permasalahannya biasanya bersumber pada  perasaan bersalah. Ada orang yang terlalu perfeksionis, menetapkan standar yang terlalu tinggi, sehingga sering kali menghukum dirinya sendiri hanya karena kesalahan kecil yang sebenarnya tidak serius. Perilaku menghukum diri pada tahap yang akut dapat mengakibatkan seseorang melakukan tindakan bunuh diri, atau bisa juga mengakibatkan sakit parah sampai kematian.



Gimana para pembaca sudah mengerti kan psikomatis itu apa?? 
atau masi bingung??
      Silahkan bertanya yaa ^^ Sekian artikel tentang Apakah Sebenarnya Psikosomatis dalam Psikologi ini saya buat, semoga bermanfaat bagi para pembaca ^^

Baca juga ya artikel psikologi lainnya












    

Creatif By : wijaya rizky | Kumpulan Berbagai Artikel

Terimah Kasih telah membaca artikel Pengertian dari Psikosomatis . Yang ditulis oleh wijaya rizky .Pada hari Wednesday, November 14, 2012 . Jika anda ingin sebarluaskan artikel ini, mohon sertakan sumber link asli. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam penulisan dan penjelasan pada artikel ini

Reaksi:

0 komentar :

Post a Comment